Sinopsis
Buku ini menghadirkan pendekatan integratif antara perspektif Al-Qur’an dan psikologi modern dalam memahami dan mengelola stres. Menggabungkan analisis filosofis, teologis, dan ilmiah, buku ini menekankan bahwa stres bukan semata-mata gangguan psikologis, melainkan fenomena kompleks yang melibatkan tubuh, pikiran, emosi, serta dimensi spiritual manusia.
Melalui telaah mendalam, buku ini menguraikan proses terjadinya stres, sumber-sumber internal, eksternal, dan spiritual, serta dampaknya terhadap kesehatan, kinerja, hubungan sosial, dan kualitas hidup. Penjelasan ini diperkuat dengan teori-teori psikologi klasik dan kontemporer, termasuk General Adaptation Syndrome, appraisal theory, biopsikososial, serta konsep kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan kognitif (IQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).
Buku ini juga menyoroti praktik manajemen stres yang adaptif, mulai dari teknik relaksasi, mindfulness, dan coping adaptif, hingga pendekatan spiritual berbasis Al-Qur’an dan sunnah Nabi ﷺ, seperti sabar, tawakal, dzikir, shalat, dan amal shalih. Studi kasus dari dunia pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari memperlihatkan bagaimana prinsip-prinsip ini diterapkan secara konkret.
Dengan pendekatan dialektis, buku ini mengajak pembaca untuk memahami stres bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai peluang untuk pertumbuhan pribadi dan spiritual. Keseimbangan antara ilmu psikologi dan nilai-nilai Qur’ani menjadi fondasi transformasi stres menjadi ketenangan batin, ketahanan mental, dan kualitas hidup yang lebih bermakna.

